Membuat Paspor Itu Mudah, Hanya Membutuhkan Kesabaran Lebih ^_^

 2016, News

Sudah bukan menjadi suatu barang mewah lagi, ketika kita banyak menemui orang-orang yang memiliki paspor dan sering bepergian ke luar negeri. Bahkan seorang mahasiswa pun sudah banyak yang menjelajah ke negeri seberang.

Dewasa ini memang masyarakat Indonesia sangat menikmati traveling, baik di dalam maupun di luar negeri. Banyaknya liputan acara jalan-jalan yang ditayangkan di televisi menjadi salah satu pemicu kenapa masyarakat sangat tergoda untuk berlibur dari kepenatan dan kejenuhan dalam bekerja. Didukung dengan seringnya maskapai penerbangan mengeluarkan tiket promo terutama tujuan ke luar negeri, meningkatkan minat traveling di luar negeri. Apalagi dengan adanya keberadaan MEA yang ke depannya sangat berdampak bagi keberlangsungan diplomasi maupun pertukaran budaya antar negara. Indonesia sendiri tidak boleh kalah dengan negara lain yang memang sangat gencar melakukan promosi wisata agar masyarakat dunia mengunjungi negaranya, yang secara otomatis hal tersebut juga meningkatkan pendapat negara.

Okey, terlepas dari konsep promosi budaya dan pariwisata yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, sebenarnya tulisan ini lebih akan membahas mengenai bagaimana prosedur pembuatan paspor. Tidak dipungkiri memang masih banyak pula yang bertanya-tanya bagaimana prosedur pembuatan, berapa lama paspor dibuat, dan syarat-syarat apa saja yang dibutuhkan jika ingin membuat paspor. Mengenai syarat-syarat pembuatan paspor sebenarnya sudah dicantumkan secara resmi di laman http://www.imigrasi.go.id/ , namun tidak ada salahnya pula penulis menuliskannya kembali di artikel ini agar dapat membantu secara langsung bagi siapapun yang ingin membuat paspor.

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan, akan dibuat beberapa point di bawah ini.

  1. Apa saja syarat-syarat pembuatan paspor?

Bagi warga negara Indonesia yang berdomisili atau berada di wilayah Indonesia, permohonan Paspor biasa diajukan kepada Menteri atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk pada kantor Imigrasi setempat dengan mengisi aplikasi data dan melampirkan dokumen kelengkapan persyaratan yang terdiri atas :

    1. kartu tanda penduduk yang masih berlaku atau surat keterangan pindah keluar negeri;
    2. kartu keluarga;
    3. akta kelahiran, akta perkawinan atau buku nikah, ijazah, atau surat baptis;
    4. surat pewarganegaraan Indonesia bagi Orang asing yang memperoleh kewarganegaraan Indonesia melalui pewarganegaraan atau penyampaian pernyataan untuk memilih kewarganegaraan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
    5. surat penetapan ganti nama dari pejabat yang berwenang bagi yang telah mengganti nama; dan
    6. Paspor biasa lama bagi yang telah memiliki paspor biasa.

Dokumen kelengkapan persyaratan sebagaimana dimaksud pada poin 1 huruf c harus dokumen yang memuat :

  • nama;
  • tanggal lahir;
  • tempat lahir; dan
  • nama orang tua

Dalam hal dokumen sebagaimana dimaksud pada poin 1 huruf c tidak memuat data sebagaimana dimaksud pada poin 2, permohonan dapat melampirkan surat keterangan dari instansi yang berwenang.

http://www.imigrasi.go.id/index.php/layanan-publik/paspor-biasa#persyaratan

Nhah ketika proses pendaftaran di kantor imigrasi, teman-teman dimohon membawa berkas yang asli untuk ditunjukkan kepada petugas yaaa ^_^

Semua berkas dijadikan 1 (satu) di dalam map yang disediakan oleh kantor imigrasi, didapat ketika mendapatkan nomor antrian.

20160202_082421

  1. Dimana paspor dapat dibuat jika domisili tidak sesuai dengan KTP?

Pertanyaan ke2 ini seringkali menjadi pertanyaan yang berulang ketika saya mengecek internet, karena saya sendiri juga belum tahu sebelumnya. Misalnya KTP Jakarta dan bekerja di Yogyakarta, maka bisa mengajukan permohonan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Yogyakarta dengan disertai surat rekomendasi dari kantor tempat bekerja atau universitas/sekolah.

Nhah, di kasus saya karena KTP saya Solo, sedangkan saya bekerja di Magelang, apakah bisa membuat paspor di Yogyakarta?? Dengan pertimbangan Magelang lebih dekat menuju ke Yogyakarta daripada ke Wonosobo (area Magelang, Temanggung, Purworejo, dll) maupun Solo (domisili sesuai KTP).

Setelah berkonsultasi dengan teman yang juga bekerja di kantor imigrasi Jakarta, dari hasil ngobrol ngalor ngidul disarankan oleh si teman untuk mencoba mengajukan permohonan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Yogyakarta yang letaknya dekat dengan Bandara Adi Sucipto dengan membawa syarat lengkap seperti yang tertulis di laman atas. Alhamdulillah, di sana bisa asalkan membawa surat rekomendasi dari kantor yang menyatakan bekerja di Magelang.

  1. Bagaimana prosedur pembuatan paspor?

20160211_083616

SOP pembuatan paspor

Sesuai judul artikel kali ini Membuat Paspor Itu Mudah, Hanya Membutuhkan Kesabaran ^_^, memang harus menyediakan waktu dan kesabaran ekstra karena kita mesti antri. Sesuatu yang wajar memang ketika kita mengantri urutan untuk dipanggil seorang petugas, namun ketika pagi sampai di Kantor Imigrasi antrian sudah panjang bahkan sebelum pintu kantor dibuka untuk layanan umum. Alhasil, pada hari pertama pengumpulan berkas, mendapat nomor antrian 42 hahaha.

20160211_072859  20160202_105234  20160211_081208

suasana antrian sebelum jam buka kantor dan panggilan wawancara

Nomor antrian ini pun berbeda antara permohonan pembuatan paspor secara manual maupun elektronik (lihat secara lengkap informasi di laman web imigrasi terkait paspor elektronik). Secara umum, pengajuan secara elektronik ini si calon pemohon sudah mengisi form yang ada di web resmi imigrasi dengan menyertakan syarat-syarat yang telah discan dan diuplod di web imigrasi. Jadi ketika datang ke kantor imigrasi, calon pemohon dipanggil antrian kemudian langsung wawancara dan foto. Bagi calon pemohon manual (termasuk saya nih ^_^), harus ekstra menunggu panggilan antrian untuk melaksanakan pemeriksaan administrasi, wawancara, dan foto. Sambil menunggu, bisa menikmati camilan yang disediakan, juga wahana permainan bagi anak-anak ^_^

20160211_083519  20160211_083529

Pelayanan pembuatan paspor juga dimulai pada pukul 08.00 WIB, dan saya mendapat panggilan pada pukul 11.00 WIB. Jadi bisa diperkirakan sendiri, pukul berapa akan dipanggil ketika teman-teman mendapat antrian di kantor imigrasi. Setelah wawancara dan foto (hasil foto memang jelek ya hahaha), kita akan diberikan form untuk melakukan pembayaran di BNI sebesar Rp 360.000,00. Oiya, mengenai waktu pembayaran, diharuskan 1 (satu) hari setelah pelaksanaan wawancara dan paspor sudah jadi 3 (tiga) hari setelah pembayaran administrasi di bank, serta dapat diambil di kantor imigrasi dimana paspor dibuat.

Informasi tambahan juga bahwa di Kantor Imigrasi Yogyakarta belum bisa melaksanakan pembuatan E-paspor (paspor elektronik) hwaaaaa. Niat awal membuat E-paspor, namun akhirnya paspor biasa dikarenakan di Yogyakarta belum bisa melayani pembuatannya (Surabaya dan Jakarta sudah bisa lhoooo).

Pengambilan paspor dapat dilaksanakan 3 (tiga) hari setelah pembayaran di BNI dan lagi, antriiiiii di pintu masuk sebelum jam buka kantor hahaha. Bedanya kali ini, tidak perlu mengambil antrian namun bisa langsung menuju loket pengambilan dan meletakkan bukti pembayaran di meja loket. Tidak terlalu lama, kemudian dipanggil untuk mengambil paspor namun sebelumnya harus fotokopi halaman utama paspor (di koperasi) dan diberikan kepada petugas jaga loket sebagai arsip. Eng ing eng, akhirnya paspor pun jadi sudaaaahhhhh ^_^

Tinggal merencakan mau kemana hehe

20160211_074047 20160211_074211 20160211_081156

Sekian dulu pengalaman kali ini, semoga bermanfaat yaaaa ^_^

Author: 

Seseorang yang mencoba untuk selalu menjadi lebih baik lagi

No Responses

Leave a Reply